Kamis, 24 Mei 2012

Biosiklus dan Bioritmik Fundamental Ekonomi (Ekonomi Makro)



Oleh : Edmond F. La’lang (pemerhati ekonomi dan lingkungan hidup)

           Kegiatan ekonomi adalah merupakan segala aktifitas dari sebuah komunitas ekonomi pada sebuah kabupaten, propinsi dan negara yang dapat memberikan berbagai manfaat ekonomis berupa keuntungan, produksi dan saluran tata niaga untuk penyediaan barang dan jasa (termasuk finansil) bagi kebutuhan konsumsi dan pelayanan masyarakat yang ada di wilayah dan negaranya. Kegiatan ekonomi ini akan memberikan suatu dinamika pertumbuhan bagi kemajuan ekonomi dan kesejahteraan bagi pelaku ekonomi (keuntungan), para karyawan dan buruh (gaji dan upah), serta bagi stakeholder yaitu negara (pajak) dan masyarakatnya (multiflier effect).  Kegiatan ekonomi akan memberikan suatu aspek pertumbuhan dengan suatu dinamika yaitu naik turunnya kondisi ekonomi dalam kegiatan produksi barang dan jasa, keluar masuknya arus investasi riil dan finansil, sektor moneter dan fiskal pemerintah dalam menjalankan kegiatan pemerintahan sesuai anggaran APBN, aktivitas ekspor impor dan berbagai kegiatan ekonomi lainnya.

          Pertumbuhan ekonomi dalam bentuk dinamika ekonomi merupakan suatu Bioritmik Ekonomi suatu daerah, propinsi dan Negara yang berbentuk alunan dan fluktuasi ekonomi yang sering diberikan dalam bentuk berbagai “Indikator Ekonomi Makro” yaitu tingkat pertumbuhan ekonomi, tingkat inflasi, tingkat SBI dan bunga kredit, nilai Rupiah, cadangan devisa, surplus-defisit perdagangan dalam Neraca Pembayaran Internasional dan anggaran pemerintah (Current Account), Jumlah Uang Beredar (Money Based Indicator), harga BBM dan komoditas sembako serta bahan baku konsumsi dan industri, dan lain-lain. Tetapi yang juga penting adalah Debt Service Ratio suatu negara dalam mengelola utang-utangnya agar dapat memberikan suatu leverage yang rational bagi kemajuan ekonomi sekaligus dapat membayar kembali cicilan utangnya (kasus Eropa 2009-2010 seperti Yunani, Irlandia, Portugal, Spanyol dan Italia).  Anehnya sebagian besar negara maupun perusahaan besar dunia akan selalu melindungi semua utangnya dengan cara hedging atau Credit Default Swap mirip reasuransi, tetapi dengan risiko tinggi dan biaya yang cukup mahal yang sering dijajakan oleh Investment Banking Global.  Padahal risiko itu sendiri pada dasarnya tidak dapat “terproteksi” secara aman dengan berbagai swap dan hedging dari gejolak ekonomi karena adanya siklus ekonomi oleh kekuatan alamiah. Dan akhirnya jika menghadapi kebangkrutan karena tak mampu membayarnya, maka segeralah mereka meminta Perlindungan Kebangkrutan dan Bailout oleh pemerintahnya dengan mengedepankan kondisional “TOO BIG TO FAIL” yang dapat memnerikan efek domino pada semua sektor ekonomi dan riilnya. Tapi anehnya jika menguntungkan mereka sendiri akan selalu mengedepankan inilah profesionalitas manajemen bisnis sehingga mampu tumbuh menjadi lebih besar dibanding usaha kecil lainnya yang selalu harus mengalah dan jika ada bencana krisis justru si kecil ini jadi Sang Penyelamat.
       
          Dengan indikator ekonomi, para ekonom berusaha melakukan prediksi ekonomi bulanan, triwulan, kwartalan dan tahunan dalam bentuk risalah “Economic Outlook” untuk memberikan gambaran prospek ekonomi bagi pemerintah dan pengusaha dalam menentukan berbagai perencanaan strategis dalam kebijakan ekonomi pemerintah dan kebijakan bisnis perusahaan terhadap berbagai data ekonomi makro yang telah diprediksikan. Tetapi masalah utamanya adalah seringkali ekonom pemerintah dan pengamat ekonomi tidak dapat memberikan suatu prediksi yang tepat dengan berbagai perhitungan ekonometrika dalam bidang moneter dan fiskal, sehingga setiap triwulan hingga tahunan dengan berat hati harus merevisi berbagai prediksi ekonominya untuk disesuaikan (adjustment) dengan kondisi riil makro ekonominya.  Hal ini disebabkan oleh pemakaian berbagai rumus ekonometrika yang bersifat linier dan berdimensi 1 untuk memprediksi kegiatan ekonomi manusia yang berdimensi lebih kompleks (dimensi 1 – 3) serta dibantu ilmu statistika (statis/unmovable) untuk meramal berbagai dinamika (movable) dari berbagai matriks dan kombinasi kondisi fisik, mental, ekspektasi, prestasi, spirit,selera dan faktor psikologis lainnya dari sejumlah ratusan juta bahkan milyaran mahluk manusia konsumen dan produsen dalam sebuah negara dan dunia. 

           Ilmu ekonomi hanya mengerti tentang bagaimana mendapatkan keuntungan dan bertumbuh naik setiap waktu sebagai prospek dan peluang ekonomi, sedangkan jika menurun adalah kerugian, ketidakpastian bahkan risiko yang perlu dan harus dihindari. Padahal naik turunnya kondisi dan pertumbuhan ekonomi adalah wujud alami dari kegiatan mahluk manusia seperti siang-malam, bangun-tidur, sehat-sakit, senang-sedih, sukses-gagal, termasuk untung-rugi.  Hal inilah yang membuat manusia ekonomi sering tidak memahami adanya pengaruh supernatural dan natural terhadap berbagai aktivitas ekonomi. Untuk itulah perlunya para ekonom dan pebisnis dapat lebih mengetahui alunan dan fluktuasi bioritmik (telah banyak dipakai oleh ilmu olahraga, kedokteran, psikologi) untuk menghindari siklus ekonomi yang menurun dengan cara antispasi bahkan preventif agar terhindar dari risiko kerugian, kegagalan  dan  kebangkrutan.  Metoda  bio ekonomi natural  adalah  bersifat  preventif (pencegahan) dengan early warning system agar ekonomi dan bisnis dapat terhindar dari risiko kerugian, risiko pasar, risiko bunga kredit, risiko inflasi,  risiko gejolak nilai mata uang, risiko kenaikan harga BBM, harga bahan baku dan bahan penolong,  risiko gagal bayar, risiko persaingan, risiko perubahan selera dan kebutuhan konsumen dan berbagai risiko lainnya yang dapat membuat perusahaan berada dalam risiko kerugian, risiko tuntutan hak-hak buruh dan risiko kebangkrutan.
 Catatan Kaki :

         Fluktuasi jangka pendek (harian dan mingguan) akan terjadi secara alamiah yang dipengaruhi oleh kondisi mental, gairah, selera, motivasi dari psikologi massa global untuk mengambil posisi perdagangan dalam sebuah pasar yang padat dan sering bersifat chaos. Jika ada data atau berita yang sangat fundamental dari kondisi ekonomi, bisnis dan politik, pergerakan fluktuasi grafik harganya akan terjadi secara dinamis dan bergejolak baik meroket maupun jatuh bebas yang melebihi dari peramalan hariannya.  Tetapi secara jangka menengah dan panjang bagi investasi akan dipengaruhi secara dinamis oleh biosiklus dan bioritmik dari hukum dan kekuatan alamiah yang selalu bergerak dinamis naik dan turun. Jadi anda bukan saja harus berglobalisasi dengan sistim internet tapi juga sekarang seharusnya mempunyai visi dengan cara *Galaxisasi dengan Galaxinet* (Astronomis). 
         Dimana kita dapat mengetahui alunan dan kondisi Alam Semesta Raya ini dalam jangka pendek (10 tahun), jangka menengah 50 tahun maupun jangka panjang 100 - 200 tahun) yang akan juga secara nyata dalam sebuah "Kepastian Hidup (certainty) dan bukannya Ketidakpastian (uncertainty)" yang selalu dikeluhkan banyak pihak, termasuk para pemimpin pembuat kebijakan negara, para pemimpin kebijakan bisnisnya (pengusaha industri dan pedagang) maupun para pakar di berbagai bidang kehidupan. Pengaruh Kekuatan dan Hukum Galaxi (Alam Semesta Raya) ini pasti akan selalu mempengaruhi pada setiap aspek kehidupan kita di atas planet bumi ini, baik disadari maupun tidak disadari untuk diantisipasi dengan baik dan benar.
Anda dapat melihat Prediksi Bulanan dan Mingguan 
di Pasar Forex, Indeks Dunia dan Komoditi 
Kontak :

Edmond F. La'lang
Email  :   edmond.lalang@gmail.com
Telp.    :  +62031-3538606
HP         :   +62081-553080521 
Linkedin : 
http://www.linkedin.com/home?trk=hb_tab_home_topKontak :
 

Pentingnya Ilmu Biologi pada berbagai Kegiatan Ekonomi, Kesehatan, Sosial, Politik dan Lingkungan Hidup di Masa Depan


Oleh : Edmond F. La’lang (pemerhati ekonomi dan lingkungan hidup)

          Kita semestinya berpikir, berkonsep, berstrategi, berorganisasi dan bertindak secara “biologis”.  Seperti yang marak saat ini yaitu manusia mulai “back to nature” sebagai wujud dari kembalinya manusia menjadi lebih akrab dan ramah lingkungan. Hal ini terlihat dalam bentuk pemanfaatan berbagai jenis makanan dan obat-obatan organic untuk kesehatan dan memperpanjang umur manusia. Hal ini telah dinyatakan oleh John Naissbitt (Global Paradox, 1988) yang menyatakan bahwa abad 21 adalah sebagai Abad Biologi, dan terbukti sejak 1995, dunia industri telah diramaikan dengan berbagai produk yang memakai kata biologi, yaitu bio-farma, bio-medis, bio-vision, bio-energy, bio-samsung dan bio-teknologi, termasuk preventif yaitu bio-security, bio-safety, bio- terrorism, biometric dan bio-bio lainnya.  Selanjutnya menurut Prof. Smith (MIT) bahwa pada tahun 2020 adalah sebagai awal abad biologi, dimana banyak muncul industry biofarma yang bersifat preventif serta hilangnya berbagai profesi mapan dan beberapa disiplin ilmu.  Untuk itulah ilmu ekonomi perlu berpikir dan menelurkan konsep dan rumusan yang akurat dan bersifat biologis yaitu berdimensi 2 – 3.  Dimulai dengan pemakaian model matematik quantum kompleks dan ilmu statistika dikembangkan menjadi ilmu dinamika (population dynamics, aero-dynamics dan hidro-dynamics dan lain-lain) untuk memecahkan berbagai problem ekonomi dan sosial dengan makin terbukanya kegiatan ekonomi, sosial dan politik dari sistim demokratisasi, globalisasi dan perdagangan bebas.

            Dengan adanya perkembangan teknologi industri, teknologi informasi-telekomunikasi dan manajemen bisnis yang makin kompleks, dinamis, penuh perubahan dan gejolak yang bersifat demokratis dan persaingan keras serta kadangkala dipenuhi dengan sifat serakah, egois, chaoistik dan intrik. Untuk itu setiap perusahaan kecil hingga besar perlu didukung oleh sistim komputerisasi yang berotak cerdas mengikuti “bio-artificial intelligent” dan “bio-hybrid”. Selanjutnya digabungkan dengan perkembangan ilmu nannoteknologi, biology moleculer dan genetic-technology untuk mempersiapkan sebuah perhitungan yang lebih super kompleks dan cepat dengan tingkat memori sangat tinggi agar dapat memprediksi dan memecahkan, bahkan dapat mencegah timbulnya berbagai masalah ekonomi, pangan, sosial, iklim dan lingkungan hidup dalam selang waktu 25 – 100 tahun mendatang.

           Ekonomi sebagai sebuah sistim hasil karya manusia untuk menghasilkan berbagai hasil produksi barang dan jasa juga akan mengalami sebuah siklus biologis, karena pelakunya adalah juga manusia yang bersifat biologis, hidup, bertumbuh dan berkarya yang akan menghadapi berbagai tantangan hidup alamnya sejak lahir, masa kecil, ABG, dewasa muda, dewasa matang, menua dan manula. Setiap siklus alami ini akan berupa grafik konsolidasi bertumbuh, bertumbuh linier, bertumbuh yang melemah, melambat, konsolidasi, stagnasi, bertumbuh negative (tak bertumbuh), kondisi sakit yang menurun (resesi) dan akhirnya kondisi tubuh ekonomi jatuh ke dasarnya untuk bertahan hidup, konsolidasi, siapkan dan restrukturisasi diri dan sistim untuk bangkit kembali dan akhirnya pulih (recovery). Demikianlah siklus hidup manusia, hasil karya usaha bisnis, konsumsi masyarakat atas hasil kinerja bisnis yang secara agregat (akumulatif) akan menghasilkan kondisi ekonomi makronya yang sangat tergantung dari sejumlah besar sel-sel tubuh ekonomisnya apakah baik, kuat, berkualitas, tangguh. kreatif, innovatif, efisien, produktif atau sebaliknya dan apakah bertumbuh dengan sehat atau tidak.

         Tentunya diperlukan suatu kepakaran dan ketrampilan yang didukung oleh manusia yang berpikiran terbuka (open-minded) dan visioner serta mental spiritual, emosi positif dan tingkat intelektual yang modern dan berjiwa sosial dan demokratis. Sebenarnya sejak era 1980an, para mahasiswa ekonomi dan bisnis di USA telah disarankan untuk belajar ilmu biologi untuk diterapkan di bidang ekonomi dan bisnis tetapi ditolak. Dan akhirnya justru mengembangkan berbagai simulasi teori ilmu matematis (membentuk devisi baru ilmu ekonomi matematika yaitu “ekonometrika” yang penuh kerumitan serta memanfaatkan ” acrobat financial engineering” yang justru menyesatkan mereka dan akhirnya tak mampu mengelak akan datangnya krisis finansil 2007 yang dibuat mereka sendiri.  Layaknya ekonom finansil mendirikan bangunan raksasa dan tinggi pada tanah yang rapuh subprime mortgages golongan miskin atau terbelit sendiri di sebuah sarang laba-laba global dengan berbagai jaringan dan tingkatan derivatif lalu dilindungi oleh swap dan hedging yang justru berisiko tinggi,  dalam arti mereka tak mampu menelurkan teori ekonomi modern yang sesuai dengan perdagangan dan globalisasi yang sangat terbuka, cepat dan penuh dinamika dan akhirnya semua prestasi mereka selama puluhan tahun harus habis dan hancur dihantam tsunami finansil pada 2007 – 2008 dengan akibat kebangkrutan perbankan. korporasi dan resesi ekonomi mirip Great Depression 1930an. Inilah ironi dari sebuah pendakian pertumbuhan ekonomi yang sia-sia yang sering menimbulkan efek “bubble dan over-heating economy”  dan akhirnya hanyalah menghabiskan waktu, tenaga, SDA dan uang selama puluhan tahun untuk kembali ke dasarnya yaitu pada kondisi ekonomi 1930an dengan berbagai kebangkrutan, bailout dan stimulus artifisial  yang sangat sulit menurunkan tingkat pengangguran, kemiskinan dan recovery ekonomi serta ancaman deflasi yang parah dan lama layaknya memasuki era musim dingin yang penuh badai salju dan membekukan sektor ekonomi - bisnis.
          
            Dengan hal seperti ini, maka kita dapat lebih gesit, siap dan antisipatif untuk mengetahui tentang adanya bio-ritmik dan biosiklus secara lebih awal untuk mencegah berbagai risiko dan masalah bisnis mikro terhadap berbagai fluktuasi alunan kegiatan ekonomi-bisnis. Dan juga kaitannya dengan lingkungan hidup agar dapat lestari tanpa menimbulkan berbagai dampak krisis, resesi, bencana alam dan penyakit. Dan para pebisnis tak harus selalu mengalami kebingungan, panik, khawatir dan ketakutan  dengan berbagai risiko akibat adanya gejolak, krisis, resesi dan masalah bisnis lainnya untuk diantisipasi sebagai sebuah sistim pencegahan. Paling tidak dapat meminimalisir berbagai risiko yang akan timbul dan dapat menimbulakn berbagai risiko sistemik eksternal dan internal untuk terus survive, sedang perusahaan lainnya dapat rugi besar, ambruk dan bangkrut.  Dengan kondisi mikro ekonomi yang baik, kuat, kreatif, innovatif, efisien, efektif, bernilai tambah tinggi,  tangguh dan daya saing yang kuat, maka akan menghasilkan pula kondisi ekonomi makro yang sama pula dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang sehat, kuat, andal dan sejahtera bagi seluruh masyrakatnya dari golongan atas hingga ke bawah.
 Catatan Kaki :

         Fluktuasi jangka pendek (harian dan mingguan) akan terjadi secara alamiah yang dipengaruhi oleh kondisi mental, gairah, selera, motivasi dari psikologi massa global untuk mengambil posisi perdagangan dalam sebuah pasar yang padat dan sering bersifat chaos. Jika ada data atau berita yang sangat fundamental dari kondisi ekonomi, bisnis dan politik, pergerakan fluktuasi grafik harganya akan terjadi secara dinamis dan bergejolak baik meroket maupun jatuh bebas yang melebihi dari peramalan hariannya.  Tetapi secara jangka menengah dan panjang bagi investasi akan dipengaruhi secara dinamis oleh biosiklus dan bioritmik dari hukum dan kekuatan alamiah yang selalu bergerak dinamis naik dan turun. Jadi anda bukan saja harus berglobalisasi dengan sistim internet tapi juga sekarang seharusnya mempunyai visi dengan cara *Galaxisasi dengan Galaxinet* (Astronomis). 
         Dimana kita dapat mengetahui alunan dan kondisi Alam Semesta Raya ini dalam jangka pendek (10 tahun), jangka menengah 50 tahun maupun jangka panjang 100 - 200 tahun) yang akan juga secara nyata dalam sebuah "Kepastian Hidup (certainty) dan bukannya Ketidakpastian (uncertainty)" yang selalu dikeluhkan banyak pihak, termasuk para pemimpin pembuat kebijakan negara, para pemimpin kebijakan bisnisnya (pengusaha industri dan pedagang) maupun para pakar di berbagai bidang kehidupan. Pengaruh Kekuatan dan Hukum Galaxi (Alam Semesta Raya) ini pasti akan selalu mempengaruhi pada setiap aspek kehidupan kita di atas planet bumi ini, baik disadari maupun tidak disadari untuk diantisipasi dengan baik dan benar.
Anda dapat melihat Prediksi Bulanan dan Mingguan 
di Pasar Forex, Indeks Dunia dan Komoditi 
Kontak :

Edmond F. La'lang
Email  :   edmond.lalang@gmail.com
Telp.    :  +62031-3538606
HP         :   +62081-553080521 
Linkedin : 
http://www.linkedin.com/home?trk=hb_tab_home_topKontak :

"Selamat tinggal, Homo Economicus"


Anatole Kaletsky menulis sebuah makalah tentang "Selamat tinggal, Homo Economicus" dalam Majalah Prospect  edisi, No 157 April 2009 yang disunting oleh Maxensius Trisambodo di Harian Kontan  (April 2009).
Komentar oleh : Edmond F. La'lang.

Analisa dan komentar dari kami terhadap tulisan Kaletsky Anatole tentang ekonomi yang tidak lagi mampu membuat prediksi yang baik dan tepat dan harus selalu direvisi. Serta  banyak hal lain tentang berbagai dampak negatif pada berbagai penerapan kebijakan ekonomi dan relevansinya dengan dunia keuangan dalam berbagai krisis dan resesi, termasuk sub-prime mortgage efek krisis sistemik di seluruh dunia.
 
            Sekarang, ekonom yang cenderung tidak terlibat (memasukkan) matematika dalam deskripsi berpikir logis, mereka sebut sebagai ekonom dari era "Jurassic Park". Kenyataan lebih kuat ketika banyak siswa dari Fakultas Ekonomi canggih bingung, karena mereka merasa datang ke Jurusan Matematika.

Menurut opini kami, hal itu karena rumus ekonomi tidak mampu dan tidak akurat lagi untuk memprediksi berbagai indikator makro ekonomi meliputi pertumbuhan dan kondisi ekonomi di masa depan. Rkonom menggunakan banyak ilmu matematik dan statistik untuk menghitung tren dan pertumbuhan ekonomi. Matematika dan statistik hanya dimensi linier (berdimensi I) dengan rumus-rumus rumit modern. Sementara itu, manusia sebagai pengusaha, tenaga kerja mereka dalam memproduksi dan saluran distribusi dan konsumen dunia sebagai pengguna produk bisnis adalah manusia biologis yang memiliki banyak aspek dalam mentalitas, perasaan, psikologis, kreatifitas, innovasi, harapan, bio-ritmik, mimpi dan pola pikir dalam bentuk dimensi II - IV.  Manusia memiliki sifat dinamis dan akan selalu membuat perubahan, daya kreatif, terobosan, motivasi, inovasi dan penemuan untuk memenuhi pertumbuhan dan perubahan rasa, kebutuhan dan keinginan manusia dan visi dalam perjalanan ruang (fisik) dan waktu (meta-fisika ).

           Kegagalan ilmu ekonomi untuk mengurangi terjadinya krisis global adalah proses dari pendekatan ilmu ekonomi yang lebih bersifat mekanik. Ilmu ekonomi mengabaikan sisi kemanusiaannya, seperti pendekatan sejarah, psikologi intuitif, sosiologi dan pemahaman konteks politik. Bagi kami sendiri, ilmu ekonomi harus masuk ke basis ilmu sosial dengan dukungan ilmu-ilmu biologi, psikologi, medis, humanitas sosial, bio-fisik dan bio-kimia untuk dikuantiaskan menjadi matematis dalam dimensi II - III.  


Kaletsky menggarisbawahi 2 poin bahwa terjadi kesalahan fatal dari mainstream ilmu pengetahuan ekonomi modern yang telah efluen dari krisis global adalah teori harapan rasional dan pasar yang efisien. Dengan penyederhanaan, asumsi kedua menjadi tangan atau patokan antara pengusaha dan pemerintah dalam pengambilan keputusan. 

Kaletsky juga mengatakan bahwa investor yang rasional akan berpikir tentang kemungkinan penurunan harga rumah yaitu tidak ada. Sinyal ini akan dikirim ke para bankir dalam memberikan pinjaman pada jaminan aset tertentu yang terus bergerak naik. Dan regulator yang juga percaya bahwa pasar dapat memberikan informasi terbaik untuk insentif dalam mengelola risiko bisnis. 

Hal inilah yang dengan segera dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh para pengembang properti dan perumahan, lembaga peminjaman properti seperti Fannie Mae, Freddie Mac dan lainnya, lembaga asuransi sebagai penjamin kredit serta bank investasi dengan membuat subprime mortgages dengan derivatif hingga berjenjang 10 kali. Tentu saja peluang ini segera dicaplok oleh para investor ritel dan konsumen kecil dan menengah (sangat rentan terhadap gejolak dan krisis ekonomi), karena bunga angsuran kreditnya sangat murah, tapi bersifat mengambang (floating rate) mengikuti rentang kredit perbankan yang mudah naik dengan cepatnya mengikuti fluktuasi bunga utama Bank Sentral AS.
         
           Sementara itu, Adam Smith telah memberikan pesan suci yang dalam hubungan pengobatan manusia dengan perencanaan ekonomi dan pengambilan keputusan, bahwa kita harus menyelaraskannya dengan kondisi sosial, lingkungan alam dan angkasa luar dalam visi, konsep, kegiatan non-linier, perhitungan yang manusiawi dan bersifat ramah lingkungan dan tidak untuk mendapatkan keuntungan maksimal dan eksploitasi yang lebih beragam sumber daya alam dan manusia pada aspek sosialnya. Itulah sebabnya, ilmu ekonomi dan bisnis  hanya akan menghasilkan banyak masalah dalam kesenjangan sosial, kerusakan  lingkungan, kemiskinan, gejolak ekonomi, pertumbuhan ekonomi terlalu panas (tingkat inflasi meroket) dan gelembung ekonomi, serta berbagai wabah penyakit, gangguan mental (egoisme, serakah, konsumerisme, kesombongkan dan kekayaan berlebih tanpa nurani), rendahnya tingkat kondisi sosial politik di negara belum berkembang dan perang untuk mendominasi berbagai sumber daya alam dan pasar.  Dengan demikian memang ilmu ekonomi telah kadaluarsa dan gagal dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dunia secara berkeadilan dan demokratis secara ekonomi.

 Catatan Kaki :

         Fluktuasi jangka pendek (harian dan mingguan) akan terjadi secara alamiah yang dipengaruhi oleh kondisi mental, gairah, selera, motivasi dari psikologi massa global untuk mengambil posisi perdagangan dalam sebuah pasar yang padat dan sering bersifat chaos. Jika ada data atau berita yang sangat fundamental dari kondisi ekonomi, bisnis dan politik, pergerakan fluktuasi grafik harganya akan terjadi secara dinamis dan bergejolak baik meroket maupun jatuh bebas yang melebihi dari peramalan hariannya.  Tetapi secara jangka menengah dan panjang bagi investasi akan dipengaruhi secara dinamis oleh biosiklus dan bioritmik dari hukum dan kekuatan alamiah yang selalu bergerak dinamis naik dan turun. Jadi anda bukan saja harus berglobalisasi dengan sistim internet tapi juga sekarang seharusnya mempunyai visi dengan cara *Galaxisasi dengan Galaxinet* (Astronomis). 
         Dimana kita dapat mengetahui alunan dan kondisi Alam Semesta Raya ini dalam jangka pendek (10 tahun), jangka menengah 50 tahun maupun jangka panjang 100 - 200 tahun) yang akan juga secara nyata dalam sebuah "Kepastian Hidup (certainty) dan bukannya Ketidakpastian (uncertainty)" yang selalu dikeluhkan banyak pihak, termasuk para pemimpin pembuat kebijakan negara, para pemimpin kebijakan bisnisnya (pengusaha industri dan pedagang) maupun para pakar di berbagai bidang kehidupan. Pengaruh Kekuatan dan Hukum Galaxi (Alam Semesta Raya) ini pasti akan selalu mempengaruhi pada setiap aspek kehidupan kita di atas planet bumi ini, baik disadari maupun tidak disadari untuk diantisipasi dengan baik dan benar.
Anda dapat melihat Prediksi Bulanan dan Mingguan 
di Pasar Forex, Indeks Dunia dan Komoditi 
Kontak :

Edmond F. La'lang
Email  :   edmond.lalang@gmail.com
Telp.    :  +62031-3538606
HP         :   +62081-553080521 
Linkedin : 
http://www.linkedin.com/home?trk=hb_tab_home_topKontak :
 

Ilmu Ekonomi telah Mati ? Jawabannya adalah Dinamika Biosiklus Ekonobisnis atau Bio-Ekonomika Natural sebagai sebuah Alternatif


Oleh : Edmond F. La’lang (pemerhati ekonomi dan lingkungan hidup)

        Ada sejumlah keluhan pada beberapa waktu ini bahwa ilmu ekonomi sudah tidak mampu lagi melakukan prediksi dan pemecahan berbagai masalah ekonomi yang kompleks dan rumit bahkan sejak 1930 pada saat terjadinya “Great Depression”  hingga krisis finansil yang melanda dunia pada 2007 yang hingga saat ini belum juga pulih sepenuhnya. Memang ilmu ekonomi masih mampu melakukan prediksi pada saat kegiatan ekonomi masih sederhana, tertutup dan masih bersifat regional dengan sistim perdagangan yang bilateral.  Dengan adanya globalisasi, khususnya di sektor finansil pada pasar uang, saham, derivatif, komoditi, obligasi dan surat berharga lainnya.
Menurut kami, ada sejumlah pertanyaan besar terhadap ilmu ekonomi yang belum mampu dijawab dengan tuntas, benar dan tepat yaitu :

1. Ilmu ekonomi belum mampu melakukan prediksi bulanan, kwartalan dan tahunan     terhadap banyak indicator makro ekonomi secara tepat dan selalu harus direvisi.
2. Tidak mampu memprediksi banyak faktor risiko internal dan eksternal, termasuk    dalam cara mengelola risiko, mencegah dan menghindari risiko sistemiknya.
3. Mengapa ilmu ekonomi hanya memanfaatkan ilmu matematik dan statistik dalam    melakukan berbagai prediksi indikator makro ekonomi yang justru tak mampu     mengikuti dinamika ekonomi bisnis, termasuk kecepatan perubahan teknologi.    Serta juga membangun berbagai struktur keuangan yang sangat rapuh, baik dari    segi arsitekturnya maupun pondasi bangunan berbagai tingkatannya yang hanya    memanipulasi dan menderivatkan perhitungan matematik untuk membentuk suatu    bangunan derivate keuangan yang sangat besar, masif dan meluas.
4. Ilmu ekonomi belum mampu menutupi berbagai kesenjangan sosial, pengentasan    kemiskinan, melakukan distribusi pendapatan secara baik serta analisis ekonomi    lingkungan secara tepat untuk mencegah kerusakan lingkungan dan sosial akibat    berbagai kegiatan pembangunan ekonomi secara terpadu, efektif dan efisien.
5. Dalam perhitungan waktu, ilmu mathematik hanya memakai berbagai derivatnya    untuk meramalkan alunan dinamika ekonomi bisnis manusia, tanpa memasukkan    aspek budaya, sosial dan psikologis manusia yang selalu ingin maju dan berubah.

            Menurut Prof. Paul Ormerod bahwa ilmu ekonomi telah mati (The Death of Economic) dan beliau memberikan suatu solusi untuk memakai metoda The Butterfly Economics dalam bentuk cara semut dalam berkelompok dan berorganisasi, termasuk menentukan target gula yang dapat diartikan sebagai peluang bisnis dan keuntungan ekonomi dalam bentuk kerjasama yang harmonis. Hal inilah yang telah digagas oleh Adam Smith sebgai Bapak Ilmu Ekonomi bahwa ekonomi adalah suatu ilmu untuk mensejahterakan masyarakat dengan selalu menjaga lingkungan hidup dan alam semesta (astronomis) ini agar selalu harmonis dan sinergis yang berguna bagi generasi sekarang maupun generasi mendatang.

Tetapi para ekonom pengikut Adam Smith tidak dapat menterjemahkan rumusan ini ke dalam rumus, metoda, analisa dan keputusan ekonomi yang baik. Inti dari pesan mulia ini adalah kita semestinya memperlakukan manusia, hubungan manusia dengan manusia lain dalam kegiatan ekonomi dan pengambilan keputusan ekonomi haruslah dalam konteks yang harmonis terhadap lingkungan sosial, lingkungan hidup dan lingkungan alam semesta dalam visi, kegiatan dan konsep yang lebih kompleks (non-linier), manusiawi dan ramah lingkungan dan bukannya bersifat maksimalisasi keuntungan serta eksploitasi berbagai sumber daya alam dan sumber daya manusia dalam aspek sosialnya. Itulah sebabnya ilmu ekonomi dan bisnis hanya menghasilkan berbagai masalah, seperti kesenjangan sosial, kerusakan lingkungan, gejolak ekonomi dan sosial-politik, kemiskinan, penyakit, perang dan kerusakan mental (egoisme, keserakahan, konsumerisme, dan kekayaan berlebih tanpa sebuah nurani).
  Catatan Kaki :

         Fluktuasi jangka pendek (harian dan mingguan) akan terjadi secara alamiah yang dipengaruhi oleh kondisi mental, gairah, selera, motivasi dari psikologi massa global untuk mengambil posisi perdagangan dalam sebuah pasar yang padat dan sering bersifat chaos. Jika ada data atau berita yang sangat fundamental dari kondisi ekonomi, bisnis dan politik, pergerakan fluktuasi grafik harganya akan terjadi secara dinamis dan bergejolak baik meroket maupun jatuh bebas yang melebihi dari peramalan hariannya.  Tetapi secara jangka menengah dan panjang bagi investasi akan dipengaruhi secara dinamis oleh biosiklus dan bioritmik dari hukum dan kekuatan alamiah yang selalu bergerak dinamis naik dan turun. Jadi anda bukan saja harus berglobalisasi dengan sistim internet tapi juga sekarang seharusnya mempunyai visi dengan cara *Galaxisasi dengan Galaxinet* (Astronomis). 
         Dimana kita dapat mengetahui alunan dan kondisi Alam Semesta Raya ini dalam jangka pendek (10 tahun), jangka menengah 50 tahun maupun jangka panjang 100 - 200 tahun) yang akan juga secara nyata dalam sebuah "Kepastian Hidup (certainty) dan bukannya Ketidakpastian (uncertainty)" yang selalu dikeluhkan banyak pihak, termasuk para pemimpin pembuat kebijakan negara, para pemimpin kebijakan bisnisnya (pengusaha industri dan pedagang) maupun para pakar di berbagai bidang kehidupan. Pengaruh Kekuatan dan Hukum Galaxi (Alam Semesta Raya) ini pasti akan selalu mempengaruhi pada setiap aspek kehidupan kita di atas planet bumi ini, baik disadari maupun tidak disadari untuk diantisipasi dengan baik dan benar.
Anda dapat melihat Prediksi Bulanan dan Mingguan 
di Pasar Forex, Indeks Dunia dan Komoditi 

Kontak :

Edmond F. La'lang
Email  :   edmond.lalang@gmail.com
Telp.    :  +62031-3538606
HP         :   +62081-553080521 
Linkedin : 
http://www.linkedin.com/home?trk=hb_tab_home_topKontak :